Selasa, 07 April 2015

Dengan Modal 1M, Rini Meraih Sukses

TUGAS
KEWIRAUSAHAAN#

DISUSUN OLEH :
ALDINA PERMATA SARI         40213617
RINI ANDAYANI                    49213735
STEVEN WU                        48213647
TRI MELI HERIDAH               48213960
YUAN SATYARINI                 49213520
Kelas : 2DA01

PROGRAM DIPLOMA III BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN
AKUNTANSI KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013/2014



Dengan Modal 1M, Rini Meraih Sukses

 



IMG_4964.JPG

Nama                                      : Rini
Tempat/Tanggal Lahir             : Solo, 26 Juni 1971
Alamat                                    : Jl. Karya Bakti No.17 Depok
Memulai Usaha                        : Tahun  2011
Nama Usaha                            : Tupperware Kembar

Menjadi seorang Group Manager, dulu hanya sebuah impian. Tapi kini Rini sudah mewujudkannya. Bukan hanya jabatan, sederet harta berharga pun diperolehnya mulai dari sepeda motor, mobil hingga sebuah rumah cantik untuk keluarganya.

Ya. Rini kini boleh berbangga menjadi Group Manager di sebuah perusahaan direct selling produk alat – alat rumah tangga, Tupperware dari cabang distributor Depok. Padahal jika menengok ke belakang, Rini tidak pernah membayangkan dirinya menjadi wirausahawati seperti sekarang.


Dari Pengguna Hingga Penjual
Jika ditanya bagaimana usaha Rini bermula, sebenarnya kesuksesan dirinya tak mudah dan langsung cepat diraih. Rini mengawali semua dari memakai produk yang kini dijualnya. “Sudah lama sekali pakai Tupperware, waktu itu saya dikenalkan Tupperware oleh teman saya, Ibu Kholis  yang merupakan Consultant Tupperware, saya memang menyukai Tupperware karena praktis dan higenis,” ungkap Rini.

Lama kelamaan, Rini tergiur untuk bisa mendapatkan produk Tupperware dengan harga diskon. Mulailah Rini mencari informasi dengan menghubungi Ibu Kholis selaku orang yang mengenalkan Tupperware kepadanya.

"Waktu itu saya diajak Ibu Kholis menemui Managernya untuk mengetahui bagaimana cara bergabung dengan Tupperware," ujar Rini.

Saat berbicara dengan seorang Manager penjualan, Ibu Casih, di sanalah Rini mulai tertarik untuk bergabung menjadi Consultant produk alat – alat rumah tangga tersebut.

Mimpi Lulusan SLTA Yang Pantang Menyerah
Walaupun Rini hanya lulusan SLTA, hal itu tidak membuat Rini minder bahkan Ia percaya bahwa dengan kemauan, kerja keras dan doa pasti Ia akan berhasil.

Sebelum bergabung di Tupperware, Rini adalah mantan karyawati administrasi sekaligus assistant di sebuah Ruko di kawasan Panglima Polim, karena tugasnya itu Rini sudah sering bertemu banyak  orang maka dari itu Rini yakin dan percaya bahwa Ia dapat beradaptasi dengan cara direct selling yang digunakan Tupperware.

Akhirnya, Rini memutuskan untuk mengikuti training yang diadakan distributor Tupperware Depok.

Sukses Dengan Modal 1M
Selain bermodalkan katalog, Rini pun memberitahukan rahasia suksesnya. “Jika kita ingin sukses, yang pasti dari diri sendiri harus ada kemauan untuk menjadi lebih baik, kerja keras, pantang menyerah dan disertai doa. Kalau ditanya berapa modal untuk menjalankan usaha ini, saya jawab modalnya cukup 1M. Bukan 1 Milyar tetapi salah satu dari anugerah yang Allah berikan yaitu Mulut. Dari mulut ke mulut dan jadi banyak yang tau, orderan juga semakin lancar. Ya Alhamdulillah,” ujar Rini.

Jualan di Angkot Sampai Demo Party
Ternyata keputusan yang dijalaninya itu membuat Rini lebih optimal dan berani untuk mimpi besar. Mimpinya termasuk membelikan beberapa sepeda motor, mobil hingga rumah terwujud sudah. Bahkan kini Rini yang membawahi banyak Manager dan Consultant di timnya yang ikut membagi mimpi bersama wanita-wanita lain. "Ya. Kalau saya bisa pasti orang lain bisa," ungkapnya merendah.

Disinggung soal kiatnya membangun karir, Rini mengaku tak sulit mewujudkan mimpi. Semua dijalaninya dengan usaha tanpa kenal lelah.  "Dulu saya mulai dengan menjual giant tumbler dan tempat makan, saya bawa beberapa produk ke tetangga dan beberapa orang di dekat rumah," ujar Rini membeberkan usahanya saat awal.

Usaha ini dijalaninya tanpa kenal lelah. Bahkan pernah suatu kali, Rini mendapat konsumen dari angkot. "Waktu itu saya sedang bawa barang pakai plastik bening dari distributor. Tiba-tiba ada yg nanya. Ternyata orang itu bekerja di Asuransi dan dia minta katalog," ujar Rini mengisahkan.
Tak disangka, dari katalog yang diberikannya serta sedikit presentasi, 1 minggu kemudian wanita tersebut menelpon dan jual-beli berlanjut. "Dari mulut ke mulut, sampai jadi banyak. Padahal hanya modal katalog," selorohnya.

Mencapai Omset Dengan Kerja Keras dan Kerja Cerdas
Setiap bulan Rini bisa mencapai omset > 500 juta, itu semua dilaluinya dengan berbagai proses dan jatuh bangun. “Jatuh 10 kali maka harus bangkit 11 kali, untuk mencapai kesuksesan kita harus sabar dan pantang menyerah,” imbuhnya.

Kendati telah sukses, Rini selalu ingat kendala yang dijadikannya pelajaran. Menurutnya salah satu kendala yang kerap ditemuinya adalah produk-produk yang dipesan pelanggan namun  tidak selalu ready stock. "Kalau sudah begitu, pintar – pintar mencari produk pengganti dengan fungsi yang sama," tukasnya.

Selain itu, Rini tak pernah absen selalu membawa katalog. "Dimana bertemu  orang dikenal atau tidak dikenal saya bawa katalog ditambah kartu nama selalu," ujar Rini. Dari sana, Rini bisa mengobrol, hingga bisa berbincang  nyaman dengan orang lain.

Kini, setelah Rini memiliki penghasilan yang lebih dari cukup dan sesibuk apapun, baginya suami dan anak – anak adalah prioritas utama.

Contact Person
Bagi Anda yang ingin sharing atau mungkin tertarik untuk bergabung bisnis Tupperware bersama Ibu Rini, bisa menghubungi :





Dokumentasi Wawancara



Disusun Oleh :
UNIVERSITAS GUNADARMA – D3BK – 2DA01
KELOMPOK 4
1. Aldina Permata Sari
2. Rini Andayani
3. Steven Wu
4. Tri Meli Heridah
5. Yuan Satyarini
Tugas ini dilaksanakan guna memenuhi syarat penilaian Mata Kuliah Kewirausahaan#.


Jumat, 02 Januari 2015

Tugas Pengantar Basis Data "Entity Relationship Diagram" Apabila Ditambah Entitas Pegawai


ALDINA PERMATA SARI
40213617
2DA01
SOFTSKILL TUGAS KE-3 NOMOR 2
APABILA DITAMBAH ENTITAS PEGAWAI



TUGAS SOFTSKILL
PENGANTAR BASIS DATA (SOFTSKILL)
ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM







Disusun Oleh :
Aldina Permata Sari             (40213617)
Nurmalia Safitri                    (46213694)
Rahmalia Putri                      (47213170)
Andika Mahriadi                  (40213887)
Muhammad Raynaldi          (46213076)



2DA01
Akuntansi Komputer


Soal Nomor 2
       Deskripsi
        Seperti deskripsi soal nomor 1, namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut :  Seorang mahasiswa boleh meminjam beberapa buku. Satu buku boleh dipinjam beberapa mahasiswa. Setiap peminjaman akan dicatat tanggal peminjamannya. Semua mahasiswa disiplin mengembalikan buku tepat satu minggu setelah peminjaman.
        Gambarkan ERDnya dan tunjukkan Cardinality Ratio Constraint-nya

       Soal
Tentukan entitas, atribut dan relasi dari deskripsi di atas, dengan menggambar ERDnya.

       Jawaban
A.     Entitas
a. Mahasiswa
b. Kartu Anggota Perpustakaan (KAP)
c. Buku
d. Pegawai

B.     Atribut
a. Atribut dari Entitas Mahasiswa adalah Nama Mahasiswa, Nomor Mahasiswa, Alamat Mahasiswa
b. Atribut dari Entitas Kartu Anggota Perpustakaan adalah Nama Mahasiswa, Nomor Mahasiswa, Alamat Mahasiswa
c. Atribut dari Entitas Buku adalah No.Buku, Judul Buku, Pengarang, Penerbit, Tahun Terbit
d. Atribut dari entitas pegawai adalah: NIP(No.Induk Pegawai), Nama, Alamat



C.     Relasi
Mahasiswa mendaftar sebagai anggota perpustakaan (KAP) dan pegawai yang mencatatnya, agar bias meminjam buku di Perpustakaan,maka relasinya yaitu :


RELASI DAFTAR

RELASI PINJAM

D.     Cardinality Ratio Constraint


E.  ERD

Tugas Pengantar Basis Data "Entity Relationship Diagram"

ALDINA PERMATA SARI
40213617
2DA01
SOFTSKILL TUGAS KE-3 (NOMOR 2)




PENGANTAR BASIS DATA


Tugas Softskill







DISUSUN OLEH:
Aldina Permata Sari (40213617)
Andika Mahriadi (40213887)
Muhammad Raynaldi (46213076)
Nurmalia Safitri (46213694)
Rahmalia Putri (47213170)

Kelas:
2DA01

D3 Bisnis Kewirausahaan
Universitas Gundarma
Tahun Ajaran 2014-2015

Soal Nomor  2
}  Seperti deskripsi soal nomor 1, namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut : Seorang mahasiswa boleh meminjam beberapa buku. Satu buku boleh dipinjam beberapa mahasiswa. Setiap peminjaman akan dicatat tanggal peminjamannya. Semua mahasiswa disiplin mengembalikan buku tepat satu minggu setelah peminjaman.
}  Gambarkan ERDnya dan tunjukkan Cardinality Ratio Constraint-nya.
                                                        
Jawaban:

Pernyataan bahwa seorang mahasiswa boleh meminjam beberapa buku dan satu buku boleh dipinjam beberapa mahasiswa terlihat pada relasi antara Mahasiswa-----Pinjam-----Buku (Many to Many).



Kamis, 13 November 2014

LINGKUNGAN BASIS DATA

LINGKUNGAN BASIS DATA


NAMA     : ALDINA PERMATA SARI
NPM       : 40213617
KELAS    : 2DA01
TUGAS   : SOFTSKILL PENGANTAR BASIS DATA KE-2




I.        PENDAHULUAN



i.         Latar Belakang
        Lingkungan basis data adalah sebuah habitat dimana terdapat basis data untuk bisnis. Dalam lingkungan basis data, pengguna melakukan ssemua tipe pekerjaan dan keperluan mereka bervariasi seperti menggali data, memodifikasi, atau berusaha membuat data baru. Dalam lingkungan Basis Data, pengguna tertentu tidak diperbolehkan mengakses data, baik secara fisik maupun logis.
        Sedangkan Arsitektur Basis Data itu sendriri merupakan suatu kumpulan data yang tersimpan secara otomatis dimana user dapat melihat data dan bagaimana cara user melihat data tersebut. Arsitektur ini juga berfungsi memberikan kerangka kerja bagi pembangunan Basis Data.





ii.       Tujuan
       Untuk memahami masalah-masalah operassional yang ada dalam pendekatan file datar terhadap manajemen data, yang melahirkan konsep basis data. Memahami relasi di anatara elemen-elemen yang membentuk lingkungan basis data. Memahami relasi di anomali-anomali yang disebabkan oleh basis yang tidak dinormalisasi dan kebutuhan akan normalisasi basis data. Mengetahui tahap-tahap dalam desain basis data, termasuk identifikasi konseptual, pemodelan data, kontruksi basis data fisik, dan penyiapan pandangan penggguna. Mengetahui fitur-fitur operasional dari basis data terdistribusi dan mengenal isu-isu yang perlu diperhatikan dalam memutuskan konfigurasi basis data tertentu.






II.     Pembahasan



a.  Tiga Tingkatan Arsitektur Basis data
     Ada 3 tingkat dalam Arsitektur Basis data, yaitu :
   
     1. Tingkat Internal          =   Menjelaskan bagaimana menyimpan Data Base secara fisik,                                                bagaimana cara akses dan apa pathnya.
         CONTOH :
Tingkat Internal (Internal Level) :
FILE_PEGAWAI         LENGTH = 22
PREFIX                    TYPE = BYTE (6), OFFSET = 0
EMP#                       TYPE = BYTE (6), OFFSET = 6, INDEX = EMPX
DEPT#                     TYPE = BYTE (4), OFFSET = 12
PAY                         TYPE = FULLWORD, OFFSET = 16

     2. Tingkat Eksternal        =   Menjelaskan struktur Data Base pada user
          CONTOH :
Tingkat Eksternal (External Level) :
Cobol
01 PEG_REC.
02 PEG_NO PIC X(6).
02 DEPT_NO PIC X(4).
02 GAJI PIC 9(6).

     3. Tingkat Konseptual     =   Setiap user memiliki view data berbeda-beda tergantung                                                   kewenangannya.
         
NOMOR_PEGAWAI
CHARACTER
6
NOMOR_DEPT
CHARACTER
4
GAJI
NUMERIC
6



b.  Data Independence
    Tujuan utama dari 3 tingkatarsitektur adalah memelihara kemandirian data (Data Independence)yang berarti perubahan yang terjadi pada tingkat yang lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi. Ada 2 jenis data Independence, yaitu :
  1. Physical Data Independence
  2. Logical Data Independence
    Prinsip data Independence adalah salah satu hal yang harus diterapkan di dalam   pengelolaan system Basis Data dengan alas an sebagai berikut :
  • DBA dapat mengubah isi, lokasi, perwujudan dalam organisasi Basis Datatanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
  • Pabrik/agen peralatan/software pengolahan data dapat memperkenalkan produk-produk baru tanpa mengganngu program-program aplikasi yang sudah ada.
  • Untuk memindahkan program-program aplikasi.
  • Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA demi keamanan dan integritas data dengan mempertahankan perubahan-perubahan kebutuhan pengguna.

c.  Konsep  DBMS
    Merupakan paket program (software) yang dibuat agar  memudahkan dan mengefesienkan pemasukan, peralatan, penghapusan dan pemgambilan informasi terhadap Database. Software yang tergolong kedalam DBMS, antara lain : Microsoft SQL, MySQL,Oracle, Ms. Access. Komponen yang terdapat dalam DBMS,  yaitu :


  1. File Manager, yang mengelola ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk.
  2. Database Manager, yang menyediakan interface anatara data low-level yang ada di basis data dengan program aplikasi dan query yang diberikan ke system.
  3. Query Proseccor, yang menterjemahkan perintah-perintah dalam query language ke perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager.
  4. DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DML yang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi ke pemanggil prosedur normal, dalam bahasa induk.
  5. DDL compiler, yang mengkonversi perintah-perintah DDL ke dalam sekumpulan table yang mengandung metadata. Table-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.

d.  Bahasa yang digunakan didalam DBMS
         DBMS menggunakan bahasa basis data yang telah di tentukan oleh perusahaan DBMS. Bahasa basis data biasanya terdiri atas perintah-perintah yang diformulasikan sehingga perintah tersebut akan diproses olah DBMS . perintah-perintah biasanya ditentukan oleh user. Ada 2 bahasa basis data :
  1. Data Definition Language (DDL)
      Dengan bahasa ini kita dapat membuat table baru, membuat indeks, mengubah table,       menentukan struktur penympanan table tersebut.
    
    2.  Data Manipulation Language (DML)

      Berguna untuk manipulasi dan pengambilan data pada basis data . berupa:
·        Penyisipan/penambahan data baru (insert)
·        Penghapusan data (delete)
·        Perubahan data (update)


e.  Fungsi DBMS
  • Data Definition, DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data.
  • Data Manipulation, DBMS harus dapat menangani permintaan dari pemakai untuk mengakses data.
  • Data Security & Integrity, DBMS harus dapat memeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh DBA.
  • Data Recovery & concurrency, DBMS harus dapat menangani kegagalan-kegagalan pengaksesan databade yang dapat disebabkan oleh kesalahan system, kerusakan disk, dsb.
  • Data dictionary, DBMS harus menyediakan data dictionary.
  • Performance, DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin.

f.  Model Data

1.    Model data Berbasis Objek (Object Based Logical Model)
Model data berbasi objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Terdiri dari :
·        Entity Relationship Model : model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam              basis data berdasarkan suatu presepsi bahwa real word terdiri dari objek-objek                  (entity) dasar yang mempunyai hubungan ataurelasi antara objek-objek tersebut.
·        Binary Model
·       Sematic Data Model : hamper sama dengan entity Relationship model dimana relasi           antara objek dasar tidak dinyatakan dengan symbol tetapi menggunakan kata-kata             (sematic)

2.    Model Data Berbasis Record (Record Based Logical Models)

Model ini berdasarkan pada record untuk menjelaskan kepada user tentang hubungan logic antar data dalam basis data. Terdiri dari :
- Model Relational   : dimana data serta hubunganantar data direpresentasikan oleh            sejumlah table. Dan masing-masing table terdiri dari beberapa kolom yang namanya          unique. Model ini berdasarkan notasi teori himpunan (set theory), yaitu relation
Name
Address
Course
Grade
Mr. Eric Tachibana
123 Kensigton
Chemistry 102
C+
Mr. Eric Tachibana
123 Kensigton
Chinese 3
A
Mr. Eric Tachibana
122 Kensigton
Data Structures
B
Mr. Eric Tachibana
123 Kensigton
English 101
A
Ms. Tonya Lippert
88 West 1st St.
Psychology 101
A

- Model Hirarkis      :    dimana data serta hubungan antar data direpresentasikan                 dengan record dan link (pointer), dimana recor-record tersebut disusun dalam                   bentuk       tree (pohon), dan masing-masing node pada tree tersebut merupakan               record/grup data elemen.


- Model Jaringan :  mirip dengan Hirarkis, dimana data dan hubungan data                           direpresentasikan dengan record dan link. Perbedaannya terletak pada susunan                 record       dan linknya yaitu network model menyusun record-record dalam bentuk            graph.




g.  Arsitektur DBMS Multiuser
            DBMS yang bersifat client/server,dimana sang client bias mengakses kedalam database yang sudah diset oleh sang admin ke dalam server dengan privillage tertentu, disini factor keamanan tetap diperhatikan demi menjaga kerahasiaan data tersebut.

v. Client Server
          Saat ini arsitektur client-server yang banyak digunakan dalam industry disebut two-tier architecture. Pada arsitektur ini, server memainkan peranan yang domain pada arsitektur ini. Keuntungan system ini adalah sederhana dan kompabilitas dengan system yang legal .

v. File-Server                                                                         
Proses didistribusikan ke dalam jaringan sejenis LAN. File server mengendalikan file yang diperlukan oleh aplikasi dan DBMS. Meskipun aplikasi dan DBMS dijalankan pada masing-masingworkstation tetapi tetap meminta file dari file server jika diperlukan. Kerugian arsitektur file-server adalah :
1.    Terdapat lalu lintas jaringan yang besar
2.   Masing-masing workstation membutuhkan copy DBMS
3.   Control terhadap concurrency, recovery dan integrity menjadi lebih kompleks karena sejumlah DBMS menngakses file secara bersamaan.

v. Teleprocessing
          Arsitektur tradisional untuk system multi user adalah teleprocessing. Dimana satu computer dengan sebuah CPU dan sejumlah terminal.



h.  Data Dictionary
Data Dictionary (kamus Data) adalah catalog fakta tentang data dan kebutuhan- kebutuhan informasi dari suatu system informasi. Kamus data selain digunakan untuk dokumnetasi dan redudansi, juga dapat digunkan untuk:
v Memvalidasi diagram aliran data dalam hal kelengkapan dan keakuratan.
v Meyediakan suatu titikawal untuk mengembangkan layar dan laporan-laporan.
v Menentukan muatan data yang disimpan dalam file-file.
v Mengembangkan logika untuk proses-proses diagram aliran data

Data dictionary dibuat pada tahap analisis system dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan system. Pda tahap analisis system,  data Dictionary dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis system dengan pemakai system tentang data yang mengalir di system, yaitu tentang data yang masuk ke system dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sitem. Pda tahap perancanngan system. Data Dictionary digunakan untuk merancanng input, merancang laporan-laporan dan database. Data dictionary mendefinisikan elemen data dengan fungsi sbb :
v Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan data
v Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran (misalnya alamat diuraikan menjadi kota, Negara dank ode pos)
v Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data
v Mendeskripsikan hubungan detil antar penyimpanan (yang akan menjadi titik perhatian dalam entity relationship diagram)


III.   KESIMPULAN
             Arsitektur Basis Data adalah sekukmpulan data yang tersimpan secara sistematik dimana user dapat melihat data dan bagaimana cara user melihat data tersebut. Arsitektur ini juga berfungsi memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data.
        Arsitektur Basis data dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
1.    Tingkat eksternal
2.    Tingkat konseptual
3.    Tingkat internal
Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data,hubungan anatara data dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.
        Model data dibagi menjadi dua, yaitu :
1.     Model data berbasis objek
2.     Model data berbasis record

Arsitektur DBMS dibagi menjadi tiga, yaitu : teleprocessing, file-server dan client-server.


DAFTAR PUSTAKA
http://indrakosimidjaya.blogspot.com/2013/11/lingkungan-basis-data_45.html