Jumat, 11 Maret 2016

MATERI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN



TULISAN #1
ALDINA PERMATA SARI
40213617 / 3DA01
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN #

MATERI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

1.     Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Salah satu sumber informasi yang penting bagi para pengguna laporan keuangan dalam pengambilan suatu keputusan ekonomi adalah melalui laporan keuangan. Laporan keuangan menyajikan banyak informasi mengenai kinerja manajemen dan kesehatan perusahaan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa laporan keuangan masih memiliki banyak kekurangan dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh beberapa pihak, oleh karena itu dibutuhkanlah analisis atas laporan keuangan yang digunakan untuk menganalisis dan menafsirkan laporan tersebut sehingga dapat memberikan informasi yang berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perkembangan hasil kinerja perusahaan.
Harahap (2008, p. 190) mendefinisikan bahwa laporan keuangan adalah menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara yang satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non-kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat. Analisis laporan keuangan dihitung dengan cara membandingkan satu pos dengan pos laporan keuangan lainnya baik secara individu maupun bersama-sama guna mengetahui hubungan di antara pos tertentu, baik dalam neraca maupun laporan laba rugi.

Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1.      Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier
2.      Bagi pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.
3.      Bagi kreditor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.
4.      Bagi pemerintah: pajak, persetujuan untuk go public.
5.      Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.

2.     Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Dikemukakan oleh Kasmir, (2011, p. 68) bahwa tujuan analisis laporan keuangan antara lain adalah :
1.      Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu, baik aset, kewajiban, modal maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode tertentu.
2.      Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan.
3.      Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan ke depan yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini.
4.      Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen ke depan apakah perlu penyegaran atau tidak.
5.      Untuk digunakan sebagai pembanding dengaan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai,

3.     Manfaat Analisis Laporan Keuangan
Laporan Keuangan memberikan manfaat ke banyak pihak yang terbagi dalam 2 kelompok, pihak internal dan eksternal.
A.    INTERNAL :
1.      Pengelola (direksi & manajemen)
Laporan keuangan memberikan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan, evaluasi usaha yang sedang berjalan, melakukan budgeting dan kontrol
internal.
2.      Karyawan
Karyawan Anda akan tertarik dengan informasi keuangan yang terkait dengan stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Hal ini dapat memberikan gambaran apakah perusahaan mampu memberikan balas jasa dan menyediakan kesempatan bekerja dan berkarir untuk jangka waktu yang lama.

B.     EKSTERNAL :
1.      Investor/owner
Investor atau owner berkepentingan dengan informasi yang berhubungan dengan resiko yang terkait dengan investasi modal.
2.      PemberiPinjaman
Pihak yang memberi pinjaman berkepentingan dengan informasi yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang beserta bunganya dengan tepat waktu. Laporan keuangan dapat membantu mereka untuk menentukan besar plafon, bunga dan jangka waktu yang diberikan.
3.      Supplier
Pihak supplier dan pemberi hutang jangka pendek lainnya berkepentingan dengan informasi yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendeknya. Informasi tersebut akan membantu supplier untuk menentukan jumlah piutang yang diberikan dan jangka waktunya.
4.      Pelanggan
Pelanggan memerlukan informasi yang berhubungan dengan kelangsungan perusahaan, terutama pelanggan yang melakukan kerjasama jangka panjang. Pelanggan yang loyal membutuhkan hubungan jangka panjang dan langgeng.
5.      Pemerintah
Bagi pemerintah, mereka dapat menilai kemampuan perusahaan dalam membayar pajak.

4.     Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan
Ada beberapa macam metode dan teknik analisa laporan keuangan yang dapat dibuat. Metode dan teknik analisa laporan keuangan tersebut antara lain seperti disebutkan di bawah ini:
  1. Analisa perbandingan neraca, laporan laba-rugi, dan laporan laba yang ditahan dengan menunjukkan:
    1. data absolut (jumlah dalam rupiah);
    2. kenaikan dan penurunan dalam jumlah rupiah;
    3. kenaikan dan penurunan dalam persen;
    4. perbandingan yang dinyatakan dalam ratio;
    5. persentase dari total.
  2. Analisa perubahan modal kerja
  3. Analisa trend dari ratio unsur-unsur neraca dan data operasi yang ada kaitannya.
  4. Analisa persentase per komponen dari neraca dan laporan laba-rugi.
  5. Analisa ratio yang memperlihatkan hubungan beberapa unsur neraca, laporan laba-rugi, dan kedua laporan keuangan tersebut.
  6. Analisa perbandingan dengan ratio industri.
  7. Analisa perubahan pendapatan netto atau analisa perubahan laba bruto.
  8. Analisa titik impas atau analisa break-even point.
5.     Jenis Analisa
Ada beberapa jenis analisa yang dapat dilakukan, yakni: analisa internal, analisa eksternal, analisa horizontal, dan analisa vertical.
1.      Analisa Internal
Yaitu analisa yang dilakukan oleh mereka yang bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian terutama dilakukan oleh manajemen dalam mengukur efisiensi usaha dan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan. Bagi seorang penganalisa intern, selain laporan-laporan keuangan yang diumumkan pada publik, juga tersedia laporan-laporan intern yang biasa tidak diumumkan dan hanya dipakai untuk maksud-maksud intern.

2.      Analisa Eksternal
Yaitu analisa yang dilakukan oleh mereka yang tidak bisa mendapatkan data yang terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian dilakukan oleh bank-bank, para kreditur, pemegang saham, calon pemegang saham dan lain-lain seperti dalam hal mengukur tingkat likuiditas dan profitabilitas. Bagi seorang penganalisa ekstern hanya tersedia laporan-laporan keuangan yang lazimnya diumumkan pada publik yaitu neraca dan laporan laba-rugi. Karena terbatasnya data yang bisa didapatkan oleh penganalisa ekstern maka analisa tersebut tentu tidak bisa sedemikian mendalam seperti yang dilakukan oleh seorang penganalisa intern.

3.      Analisa Horisontal
Yaitu analisa perkembangan data keuangan dan data operasi perusahaan dari tahun ke tahun guna mengetahui kekuatan aatu kelemahan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Analisis ini terdiri dari Comparative statements dan Index Number Series

4.      Analisa Vertikal
Yaitu analisa laporan keuangan yang terbatas hanya pada satu periode akuntansi saja. Analisis ini terdiri dari Common Size financial statement dan Ratio Analysis.
Seringkali laporan keuangan disederhanakan untuk mengetahui posisi relatif suatu rekening dalam laporan keuangan. Teknik penyederhanaannya yaitu:
  • Teknik Analisis Common Size
Analisis ini merubah angka-angka yang ada dalam neraca dan laporan laba-rugi menjadi persentase berdasarkan dasar tertentu. Untuk angka-angka yang ada di neraca, common base-nya adalah total aktiva. Dengan kata lain, total aktiva dipergunakan sebagai 100%
  • Teknik Analisis Indeks
Analisis ini merubah semua angka dalam laporan keuangan pada tahun dasar menjadi 100. Pemilihan tahun dasar adalah tahun yang dipandang sebagai tahun normal, bukan selalu tahun yang paling awal. Demikian analisis ini dilakukan untuk melihat perkembangan dari waktu ke waktu.

Prosedur analisis meliputi tahapan sebagai berikut:
  1. Review Data Laporan Keuangan
Merupakan aktivitas penyesuaian data laporan keuangan terhadap berbagai hal, baik sifat/jenis perusahaan yang melaporkan maupun system akuntansi yang berlaku.
2.      Menghitung
Dengan menggunakan berbagai metode dan teknik analisis dilakukan perhitungan-perhitungan, baik metode perbandingan, persentase per komponen, analisis rasio keuangan, dan lain-lain.

3.      Membandingkan/Mengukur
Langkah berikutnya setelah melakukan perhitungan adalah membandingkan/mengukur. Langkah ini diperlukan guna mengetahui kondisi hasil perhitungan tersebut.

4.      Menginterpretasi
Interpretasi merupakan inti dari proses analisa sebagai perpaduan antara hasil pembandingan/pengukuran  dengan kaidah teoritik yang berlaku. Hasil interpretasi mencerminkan keberhasilan maupun permasalahan apa yang dicapai perusahaan dalam pengelolaan keuangan.

5.      Solusi
Merupakan langkah terakhir dari rangkaian prosedur analisa. Dengan memahami problem keuangan yang dihadapi perusahaan maka akan ditempuh solusi yang tepat.


6.      Analisa Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan merupakan analisis dengan jalan membandingkan suatu pos dengan pos laporan keuangan lainnya baik secara individu maupun bersama-sama guna mengetahui hubungan di antara pos-pos tertentu baik dalam neraca maupun laporan laba-rugi. Berikut ini kategori rasio keuangan menurut Weston dan Brigham:
Rasio
Tujuan Penggunaan
Rasio Likuiditas
Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiabn jangka pendeknya.
Rasio Leverage
Untuk mengukur sejauhmana kebutuhan keuangan perusahaan dibelanjai dengan dana pinjaman.
Rasio Aktivitas
Untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengoperasikan dana.
Rasio Profitabilitas
Untuk mengukur efektivitas manajemen yang tercermin pada imbalan hasil dari investasi melalui kegiatan penjulan.
Rasio Pertumbuhan
Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kedudukannya dalam pertumbuhan perekonomian dan dalam industri.
Rasio Valuasi
Untuk mengukur performance perusahaan secara keseluruhan, karena rasio ini merupakan pencerminan dari rasio resiko dan rasio imbalan hasil

Sedangkan dalam Modul Teori dan Praktik Akuntansi Keuangan USAP Review, Analisis Rasio diuraikan seperti berikut ini:
Profitabilitas
Analisis ini berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam manghasilkan laba dan sejauh mana efektifitas pengelolaan perusahaan pada masa-masa yang lalu. Karena alasan keberadaan sebagian besar perusahaan adalah untuk mendapatkan laba, rasio profitabilitas merupakan salah satu rasio keuangan yang signifikan. Analisis ini meliputi:
  1. Marjin Laba atas Penjualan
  2. Tingkat Pengembalian atas Total Aktiva
  3. Tingkat Pengembalian atas Ekuitas Pemegang Saham
  4. Tingkat Pengembalian atas Ekuitas
  5. Laba per saham
  6. Dividen per saham
  7. Tingkat pembayaran dividen
  8. Hasil atas Saham Biasa
  9. Rasio Harga-Laba

Likuiditas
Analisis ini bertujuan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek beserta bunganya pada saat tanggal jatuh tempo. Analisis likuiditas yang paling lazim antara lain sebagai berikut:
  1. Rasio Lancar
  2. Rasio Cepat
  3. Defensive Internal Ratio
Solvabilitas
Rasio solvabilitas yang biasanya dihitung adalah sebagai berikut:
  1. Rasio Ekuitas Pemegang saham terhadap total kewajiban.
  2. Kelipatan bunga terhadap laba
  3. Nilai buku per saham
  4. Arus kas per lembar
Aktivitas
Analisis ini digunakan untuk mengukur sampai sejauh mana efisiensi perusahaan dalam penggunaan aktivanya. Analisis yang sering digunakan adalah:
  1. Perputaran piutang usaha
  2. Jumlah Penjualan Harian dalam piutang
  3. Tingkat perputaran persediaan
  4. Perputaran total aktiva


Minggu, 10 Januari 2016

IMPLIKASI ETIS DARI TEKNOLOGI INFORMASI



ALDINA PERMATA SARI
40213617 / 3DA01

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Edisi 10
Raymond McLeod, Jr
George P. Schell
BAB 10
IMPLIKASI ETIS DARI TEKNOLOGI INFORMASI

CAKUPAN PERSKRIPTIF VERSUS CAKUPAN DESKRIPTIF
Cakupan preskriptif (prescriptive coverage) merupakan pendekatan yang lebih baik untuk menampilkan materi kepada mahasiswa/i perguruan tinggi yang memasuki dunia bisnis dibandingkan dengan memberikan cakupan deskriptif (descriptive coverage) yang menjelaskan bagaimana hal-hal sedang dilaksanakan. Pendekatan deskriptif tidak sungguh-sungguh ditinggalkan, karena contoh-contoh dalam dunia nyata selalu diberikan. Tujuannya adalah memberikan jalan yang dapat diikuti para profesional bisnis dan sistem informasi masa depan – jalan yang akan menuju karier yang sukses dan karier yang akan memberikan kontribusi positif untuk profesi yang berkaitan dengan komputer serta untuk bisnis dan masyarakat.

MORAL, ETIKA, DAN HUKUM
1.       Moral
Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku yang benar dan salah. Moral adalah institusi sosial dengan sejarah dan seperangkat aturan. Meskipun masyarakat di sekeliling dunia tidak semuanya mengikuti seperangkat moral yang sama, terdapat kesamaan di antara semuanya “Melakukan apa yang secara moral bener” adalah landasan dasar peerilaku sosial kita.

2.       Etika
Kata etika berasal dari Bahasa Yunani ethos, yang berarti “karakter”. Etika (ethics) adalah sekumpulan kepercayaan, standar, atau teladan yang mengarahkan, yang merasuk ke dalam seseorang atau masyarakat.

3.       Hukum
Hukum (law) adalah peraturan perilaku formal yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, seperti pemerintah, terhadap subjek atau warga negaranya. Sekitar 10 tahun lalu, penggunaan komputer di bidang bisnis dan pemerintakan tidak terdapat hukum yang berkaitan karna saat itu komputer merupakan invoasi baru dan dibutuhkan waktu untuk mengejarnya.

4.       Undang-undang Komputer di Amerika Serikat
Setelah undang-undang komputer Amerika Serikat muali diterapkan, undang-undang ini berfokus pada berbagai hak dan batasan yang berkaitan dengan akses data, khususnya data kredit dan data yang dipegang oleh pemerintah.
a.       Hak dan Batasan Akses Data
Undang-undang Kebebasan Informasi tahun 1966 memberi warga negara dan organisasi AS hak terhadap akses data yang dipegang oleh pemerintah federal dengan beberapa pengecualian. Undang-undang Privasi dan pencocokan Komputer tahun 1988, membatasi hak pemerintak federal untuk mencocokan file  komputer yang bertujuan untuk menentukan kelayakan program pemerintahan dan mengidentifikasi para debitor.
b.      Privasi
Terdapat Undang-undang Privasi Komunikasi tahun 1968 namun undang-undang tesebut hanya mencakup komunikasi suara, akhirnya undang-undang tersebut ditulis ulang tahun 1986 agar mencakup data digital, komunikasi video, dan surat elektronik.
c.       Kejahatan Komputer
Pada tahun 1984, Kongres Amerika Serikat memperkuat undang-undang dengan mengeluarkan beberapa peraturan yang dikhususkan pada kejahatan kompute:
1.       Undang-undang Keamanan Komputer Usaha Kecil dan Pendidikan, mengenai masalah yang berhubungan dengan kejahatan komputer terhadap usaha-usaha kecil dan untuk mengevaluasi efektivitas dalam mencegah dan menghukum kejahatan komputer.
2.       Undang-undang Perangkat Akses Palsu dan Kejahatan serta Penipuan Melalui Komputer, menetapkan bahwa merupakan suatu kejahatan federal jika seseorang mendapatkan akses tanpa otorisasi atas informasi yang berhubungan dengan pertahanan negara atau hubungan luar negeri. Undang-undang ini juga mengenakan tindak pidana ringan pada usaha mendapatkan akses tanpa otorisasi ke suatu komputer.

5.       Paten Peranti Lunak
Pada bulan Juni 1988, Pengadilan Banding Federal Amerika Serikat memutuskan bahwa proses bisnis harus dipatenkan. Kasus ini dikenal dengan State Street Decision.  Yang bermasalah pada saat itu adalah sebuah paket peranti lunak untuk mengelola reksa dana, hingga saat itu, pengadilan selalu menetapkan bahwa peranti lunak tidak dapat dipatenkan karena 2 alasan, yaitu:
1.       Algoritma matematika tidak dapat dipatenkan
2.       Metode bisnis tidak dapat dipatenkan

6.       Undang-undang Paten Peranti Lunak di Uni Eropa
Pada awal tahun 2002, sebagai jawaban atas State Street Decision, yang telah mendorong banjirnya pendaftaran paten peranti lunak di As dan akhirnya memengaruhi perusahaan-perusahaan Eropa, Parlemen Uni Eropa (UE) mengusulkan agar standar paten peranti lunak yang lebih ketat dibandingkan standar di Amerika Serikat ditetapkan.
7.       Undang-undang Privasi Pribadi di Republik Rakyat Cina
Pada saat ini, Pemerintah Cina sedang berfokus untuk menerapkan peraturan penggunaan komputer dan internet. Peraturan ini menyatakan bahwa penggunaan perangkat ini tidak boleh mengganggu keamanan negara, kepentingan sosial, kepentingan warga negara yang berazaskan hukum, dan privasi.

MELETAKKAN MORAL, ETIKA, DAN HUKUM PADA TEMPATNYA
Hukum adalah yang termudah untuk diinterpretasikan karena bersifat tertulis. Tetapi etika tidak terdefinisi demikian tepat, dan mungkin bahkan tidak disetujui oleh semua anggota masyarakat.

KEBUTUHAN AKAN BUDAYA ETIKA
Opini yang dipegang secara luas di dunia bisnis adalah bahwa bisnis merefleksikan kepribadian dari pemimpinnya. Keterkaitan antara CEO dengan perusahaannya merupakan dasar untuk budaya etika. Jika perusahaan dituntut untuk berlaku etis, maka manajemen tingkat tinggi harus bersikap etis dalam segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakannya. Manajemen tingkat atas harus memimpin melalui contoh. Perilaku ini disebut dengan budaya etika (ethics culture).
A.      Bagaimana Budaya Etika Diterapkan
Tugas dari manajemen tingkat atas adalah untuk meyakinkan bahwa konsep etikanya merasuk ke seluruh organisasi, dan turun ke jajaran bawah sehingga menyentuh setiap karyawan.para eksekutif dapat mencapai implementasi ini melalui tiga tingkat, yaitu:
1.       Kredo Perusahaan
Pernyataan singkat mengenai nilai-nilai yang ingin dijunjung perusahaan. Tujuan kredo adalah untuk memberitahu individu dan organisasi, baik di dalam maupun luar perusahaan, akan nilai-nilai etis yang dianut perusahaan tersebut.
2.       Program Etika
Upaya yang terdiri atas berbagai aktivitas yang didesain untuk memberikan petunjuk kepada para karyawan untuk menjalankan kredo perusahaan. Aktivitas yang biasa dilakukan adalah sesi orientasi yang diadakan untuk para karyawan baru.
Contoh lain dari program etika adalah audit etika (ethics audit), seorang auditor internal akan bertemu dengan seorang manajer dalam sesi selama beberaoa jam yang berujuan untuk mempelajari bagaimana unit manajer tersebut melaksanakan kredo perusahaan.
3.       Kode Perusahaan yang Disesuaikan
Banyak perusahaan merancang sendiri kode etik perusahaan mereka. Terkadang kode etik ini merupakan adaptasi dari kode untuk industri atau profesi tertentu.

B.      Meletakkan Kredo, Program, dan Kode pada Tempatnya
Kredo perusahaan memberikan dasar untuk pelaksanaan program etika perusahaan. Kode etik tersebut menggambarkan perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan dilaksanakan oleh para karyawan perusahaan dalam berinteraksi antara satu dengan lain dan dengan elemen-elemen lingkungan perusahaan.

ALASAN DI BALIK ETIKA KOMPUTER
James H. Moor mendefinisikan etika komuter (computer ethics) sebagai analisis sifat dan dampak sosial teknologi komputer serta perumusan dan justifikasi dari kebijakan-kebijakan yang terkait untuk penggunaan teknologi tersebut secara etis.
Orang di perusahaan yang merupakan pilihan yang logis untuk menerapkan program etika ini adalah CIO. Seorang CIO harus. (1) Menyadari dampak penggunaan komputer terhadap masyarakat, (2) Merumuskan kebijakan yang menjaga agar teknologi tersebut digunakan di seluruh perusahaan secara etis.
Satu hal amatlah penting: CIO tidak menanggung tanggung jawab manajerial untuk penggunaan komputer secara etis sendirian. Eksekutif lain juga harus memberikan kontribusi.
A.      Alasan Pentingnya Etika Komputer
James Moor mengidentifikasi tiga alasan utama di balik minat masyarakat yang tinggi akan etika komputer:
1.       Kelenturan Secara Logis
Suatu kemampuan untuk memprogram komputer untuk melakukan hampir apa saja yang ingin kita lakukan.
2.       Faktor Transformasi
Alasan atas etika komputer yang ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah cara kita mengerjakan sesuatu dengan drastis.
3.       Faktor Ketidaktampakan
Masyarakat memandang komputer sebagai kotak hitam karena seluruh operasi internal komputer tersebut tersembunyi dari pengelihatan. Ketidaktampakan operasi internal ini memberikan kesempatan terjadinya:
a.       Nilai pemrograman yang tidak tampak
b.      Perhitungan rumit yang tidak tampak
c.       Penyalahgunaan yang tak tampak

B.      Hak Sosial dan Komputer
Masyarakat tidak hanya mengharapkan pemerintah dan dunia usaha menggunakan komputer secara etis, namun juga menuntut beberapa hak. Klasifikasi hak-hak manusia dalam wilayah komputer paling banyak dipublikasikan adalah PAPA rancangan Richard O. Mason. Mason menciptakan akronim PAPA untuk mempresentasikan 4 hak dasar masyarakat, yaitu:
1.       Privasi (privacy)
2.       Akurasi (accuracy)
3.       Kepemilikan (property)
4.       Aksesibilitas (accessibility)
C.      Hak Privasi
Hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat, Louis Brandeis dikenal karena memperkenalkan “hak agar dibiarkan sendiri”. Mason merasa bahwa hak ini terancam oleh 2 hal, yaitu: (1) Meningkatnya kemampuan komputer untuk digunakan dalam kegiatan mata-mata, (2) Meningkatnya nilai informasi dalam proses pengambilan keputusan.
Menurut Mason, para pembuat keputusan menempatkan nilai yang amat tinggi pada informasi sehingga mereka sering kali melanggar hak privasi seseorang untuk mendapatkannya.

D.      Hak untuk Mendapatkan Keakuratan
Komputer memungkinkan tingkat keakuratan yang tidak dapat dicapai dengan sistem nonkomputer. Potensi ini memang tersedia, namun tidak selalu didapatkan. Beberapa sistem berbasis komputer berisikan lebih banyak kesalahan daripada yang diberikan sistem manual.

E.       Hak Kepemilikan
Yang dibahas pada hak kepemilikan adalah hak kepemilikan intelektual, biasanya dalam bentuk program komputer. Vendor peranti lunak dapat menghindari pencurian hak kepemilikan intelektual melalui undang-undang hak cipta, hak paten, dan persetujuan lisensi. Hingga tahun 1980-an, peranti lunak tidak dilindungi oleh hak cipta atau hukum paten. Sekarang, keduanya dapat digunakan untuk memberikan perlindungan.

F.       Hak Mendapatkan Akses
Sebelum diperkenalkannya basis data yang terkomputerisasi, kebanyakan informasi tersedia untuk masyarakat umum dalam bentuk dokumen cetak atau gambar mikroformat yang disimpan di perpustakaan. Sekarang, kebanyakan informasi ini telah dikonversikan ke basis data komersial, sehingga membuat ketersediaannya untuk masyarakat berkurang. Untuk mengakses informasi ini, seseorang harus memiliki peranti keras dan peranti lunak komputer yang diharuskan dan membayar biaya akses.

AUDIT INFORMASI
Perusahaan dengan semua ukuran mengandalkan auditor eksternal (external auditor) dari luar organisasi untuk memverifikasi keakuratan catatan akuntansi. Perusahan yang lebih besar memiliki staff tersendiri yang berfungsi sebagai auditor internal internal auditor) yang melaksanakan analisis yang sama seperti auditor eksternal namun memiliki tanggung jawab yang lebih luas.
Dewan direktur mencakup komite audit (audit committee), yang mendefinisikan tanggung jawab dari departemen audit internal dan menerima sebagian besar laporan audit. Direktur audit internal (director of internal auditing) mengelola departemen audit internal dan biasanya melapor ke CEO atau direktur keuangan.

A.      Pentingnya Objektivitas
Hal unik yang ditawarkan oleh auditor internal adalah objektivitas. Mereka beroperasi secara independen terhadapat unit-unit bisnis perusahaan dan tidak memiliki hubungan dengan individu atau kelompok lain di dalam perusahaan. Keterlibatan mereka satu-satunya adalah dengan dewan komisaris, CEO, atau CFO.

B.      Jenis Aktivitas Audit
Terdapat 4 jenis dasar aktivitas audit internal, yaitu:
1.       Audit Finansial (financial audit)
Memverifikasi catatan-catatan perusahaan dan merupakan jenis aktivitas yang dilaksanakan auditor eksternal
2.       Audit Operasional (opertional audit)
Tidak dilaksanakan untuk memverifikasi keakuratan catatan, melainkan untuk memvalidasi efektivitas prosedur. Audit jenis ini merupakan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem pada tahap analisis dari masa siklus perancangan sistem. Ketika para auditor internal melaksanakan audit operasional, mereka mencari 3 fitus sistem dasar:
1.       Kecukupan pengendalian
2.       Efisiensi
3.       Kepatuhan dengan kebijakan perusahaan
3.       Audit Berkelanjutan (concurrent audit)
Sama dengan audit operasional tetapi audit berkelanjutan berlangsung terus-menerus.
4.       Desain Sistem Pengendalian Internal
Dalam audit operasional dan beriringan, auditor internal mempelajari sistem yang sudah ada. Auditor internal selayaknya berpatisipasi secara aktif karena 2 alasan, (1) Biaya untuk memperbaiki kelemahan sistem meningkat secara drmatis seiring dengan sikus masa hidup sistem. (2) Melibatkan para auditor internal dalam perancangan sistem adalah mereka menawarkan keahlian yang dapat meningkatkan kualitas sistem tersebut.

C.      Subsistem Audit Internal
Arsitektur yang umum mencakup subsistem input yang memasukkan data ke dalam basis data. Melibatkan auditor internal dalam tim perancangan sistem merupakan suatu langkah yang baik untuk mendapatkan sistem informasi yang terkendli dengan baik, dan sistem tersebut merupakan langkah yang baik untuk memberikan yang mereka perlukan kepada manjemen informasi guna mencapai dan mengelola opersional bisnis yang beretika.

MENERAPKAN ETIKA DALAM TEKNOLOGI INFORMASI
Bantuan dalam bentuk kode etik dan program edukasi etika yang dapat memberikan pondasi untuk budaya tersebut.

A.      Kode Etik
Association for Computing Machinery (ACM) didirikan tahun 1947, adalah sebuah organisasi komputer profesional tertua di dunia. ACM telah menyusun Kode Etik dan Perilaku Profesional yang dibuat dengan tujuan agar bertindak sebagai panduan untuk mengajarkan dan mempraktikkan rekayasa peranti lunak, yaitu penggunaan prinsip-prinsip perancangan dalam pengembangan peranti lunak.
Bentuk kode etik ACM dibagi menjadi 4, yaitu:
1.       Keharusan Moral Umum
2.       Tanggung Jawab Profesional yang Lebih Spesifik
3.       Keharusan Kepemimpinan Organisasi
4.       Kepatuhan terhadap Kode

B.      Kode Etik dan Praktik Profesional Rekayasa Peranti Lunak
Kode ACM tersedia di www.acm.org . Kode ini mencatat pengaruh penting yang dapat diterapkan para ahli peranti lunak pada sistem informasi dan terdiri atas ekspektasi di 8 hal penting:
1.       Masyarakat
2.       Klien dan Atasan
3.       Produk
4.       Penilaia
5.       Manajemen
6.       Profesi
7.       Kolega
8.       Diri Sendiri
Yang berkaitan dengan tanggung jawab yaitu, Masyarakar, Klien dan Atasan, Manajemen, Profesi, dan Kolega.
Yang berkaitan dengan kinerja profesional yaitu, Produk, dan Penilaian.
Yang mengacu pada peningkatan diri sendiri adalah Diri Sendiri.

C.      Pendidikan Etika Komputer
Program edukasi formal dalam etika komputer tersedia dari beragam sumber:
1.       Mata Kuliah di Perguruan Tinggi
2.       Program Profesional
3.       Program Edukasi Swasta

ETIKA DAN CIO
Pelayanan informasi hanyalah merupakan satu unti di dalam struktur organisasi, namun berada pada posisi kunci yang memiliki pengaruh terbesar dalam memenuhi tuntutan pemerintah maupun masyarakat akan pelaporan keuangan yang akurat. Terlebih lagi, sebagai seorang eksekutif yang memiliki tanggung jawab terhadap informasi penuh, CIO merupakan orang yang tepat untuk memimpin upaya-upaya untuk memenuhi tujuan pelaporan ini. CIO dapat memenuhi ekspektasi pelaporan keuangan dengan cara mengikuti program yang mencakup hal-hal berikut:
1.       Mencapai tingkat pemahana yang lebih baik akana pemahaman prinsip-prinsip akuntansi.
2.  Mempelajari sistem informasi yang menyelesaikan laporan keuangan dan mengambil tindakan perbaikan.
3.       Mendidik eksekutif perusahaan mengenai sistem-sistem keuangan.
4.   Mengintegrasikan ke dalam sistem informasi alarm yang memperingatkan eksekutif terhadap aktivitas yang membutuhkan perhatian.
5.       Secara aktif berpartisipasi di dalam memberikan informasi keuangan kepada elemen lingkungan.
6.       Mengendalikan dengan ketat keuangan yang dihabiskan untuk sumber daya informasi.

PENGARUH SARBANES-OXLEY
Sebelum tahun 2002, tidak ada alasan yang kuat mengapa CIO harus menjadi mercusuar integritas informasi didalam perusahaan, sekarang alasan itu sudah ada. Proposal undang-undang ini (Undang-undang Perlindungan Investor dan Reformasi Akuntansi Perusahaan Publik tahun 2002) telah disetujui oleh DPR 423-3 dan Senat 99-0, dan disahkan oleh Presiden bush pada 30 Juli 2002. Tujuan dari Sarbanes-Oxley, yang dikenal dengan SOX, adalah untuk melindungi para investor dengan cara membuat para eksekutif perusahaan bertanggung jawab secara pribadi atas informasi keuangan yang diberikan ke lingkungan perusahaan, khususnya pemegang saham dan komunitas keuangan.
SOX terdiri atas 10 pasal utama, 2 diantaranya secara langsung memengaruhi unit pelayanan informasi perusahaan:
a.       CEO dan CFO harus menandatangani laporan keuangan
b.      Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat disyaratkan untuk memiliki unit audit internal.

1.       SOX 404
Ketetapan SOX yang memberikan dampak terbesar pada TI adalah Bagian 404, yang membahas tentang penilaian manajemen mengenai pengendalian keuangan. Agar memenuhi persyaratan pengendalian yang diwajibkan oleh SOX, seorang CIO harus menjaga agar pengendalian seperti ini berada di dalam sistem selama proses perancangan sistem. Aktivitas perancangan harus mencakup:
a.       Identifikasi sistem yang memainkan peranan dalam pelaporan keuangan
b.      Identifikasi resiko yang dihadapi sistem ini
c.       Mendesain pengendalian yang mengatasi resiko ini
d.      Mendokumentasikan dan menguji pengendalian tersebut
e.      Memonitor efektivitas pengendalian seiring waktu
f.        Memperbarui pengendalian sebagaimana dibutuhkan.

2.       SOX 409
Ketetapan SOX lain yang memengaruhi pelayanan informasi adalah Bagian 409, yang membahas mengenai pengungkapan secara real time. Ini berarti bahwa perusahaan harus mampu melaporkan perubahan menganai kondisi keuangannya secara real time – atau pada saat perubahan berlangsung.

3.       SOX dan COBIT
COBIT disebut sebagai organisasi industri yang dapat memberikan standar keamanan untuk sumber daya informasi perusahaan. Standar COBIT amat selaras dengan ekspektasi SOX, karena COBIT memiliki lebih dari 47.000 anggora di seluruh dunia, dan standar pelaporan keuangannya dapat memberikan dampak global.

4.       Meletakkan Sarbanes-Oxley pada Tempatnya
Sarbanes-Oxley (SOX) merupakan salah satu argumen yang baik untuk pendekatan preskriptif. Dengan kata lain, SOX mengharapkan eksekutif, sistem keuangan, dan TI untuk bekerja sebagaimana mereka seharusnya bekerja – yaitu secara etis.